Tampilkan postingan dengan label Healthy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Healthy. Tampilkan semua postingan
Oktober 14, 2022

Serum Vegan dari Base Skincare

by , in

Setelah coba beberapa produk dari Base, sekarang aku mau coba varian serumnya terbarunya.


 


Bentukannya lucu kotak gitu dan sangat colorfull. Base sendiri saat ini ngeluarin 4 varian serum baru :

  1. Relief Hydration & Barrier Calming Serum
            "Ease mild irritation, soothing hydration"
            Sepemahaman aku tuh Relief Hydration & Barrier Calming Serum ini lebih untuk meredakan kulit yang kemerahan dan juga memperbaiki dan memperkuat skin berrier. Kemasannya unik bentuknya kotak gitu tapi kalo mau di pump di puter dulu modelnya tapi bentukannya kotak, gimana sih jelasinnya hahaha. Untuk wadahnya juga warnanya pink lembut gitu. Untuk kandungannya ada Omega Ceramide, Ashwagandha dan prickly pear. Warna dari serum ini kayak oren gitu. Ketika di apply ke kulit itu, warnanya agak oren tapi nanti gak lama nge blend juga kok.



    2. Rich Moisture & Youthful Firming Serum
        "Reduce fine lines, Tighten sagging skin, soften crow's feet"
       Rich Moisture & Youthful Firming Serum ini lagi sering banget aku pake karena klaimnya untuk mencegah penuaan dini dan mengatasi garis halus. Untuk kemasannya warnanya sangat cerah, kuning. Kandungannya sendiri ada Astaxanthin, Oats ferment extract dan quinoa. Oh ya semua serum dari base ini ada kandungan untuk melindungi kulit dari radikal bebas ya.  




     3. Deep Serum Control & Pore Clarifying Serum
        "Prevent acne, control oil production, minimize pores"
        Deep Serum Control & Pore Clarifying Serum ini klaimnya bisa mengatasi jerawat beserta penyebabnya, dan juga menyamarkan pori-pori kita yang gede untuk kulit yang tipe pori-pori besar ya. Untuk serum ini sendiri juga ada kandungan menghidrasi kulit dan mencegah pori-pori tersumbat. Kemasannya sendiri warnanya ungu terang dan ukurannya 30ml. Ini aku pake kalo lagi ada jerawat aja. Walaupun lagi rajin perawatan suka ada aja produk yang gak cocok jadi nimbulin jerawat, dan pasti aku pake serum ini. 




       4. Daily Radiance & Multi- Protection Serum
           "Brighten dull skin, boost natural glow, protect from free-radicals"
           Serum Daily Radiance & Multi- Protection Serum ini bisa mencerahkan kulit yang kusam, mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas. Untuk ukurannya dia 30ml dan masa penyimpanannya 6 bulan. Kandungannya sendiri ada camu-camu, pollustop dan ectoin. Ini serum yang gak bisa aku review karena aku gak beli. Soalnya untuk kondisi kulit aku sendiri gak ada masalah dengan dull skin, makanya aku cuman beli 3 produk di atas. Semoga ke depannya bisa aku review jika kondisi kulit aku butuh ya.

Sumber foto : https://shope.ee/7eyyWBcmyv


Semoga review di atas membantu ya...

Oktober 13, 2022

Skin Care Vegan Base

by , in

Setelah melewati fase kehamilan dan melahirkan yang rasanya sangat panjang, aku mulai aktif menggunakan skin care lagi. Untuk yang udah ngalamin, fase kehamilan di beberapa orang tuh jadi males banget perawatan wajah. Cuma cuci muka pakai facial wash dan setelah itu pakai pelembap. Dan sekarang setelah melahirkan jadi semangat lagi untuk cari-cari skin care baru yang lebih vegan, dan aku nemu dong namanya Base skin care. Pertama kenal itu dari adik aku, Nadia. Dia di kirimin sepaket skin care dari brand Base ini. Dan ketika aku cium wangi dari skin care ini aku kaget banget baunya setipe sama produk Green Mommy. 


Akhirnya aku ikut-ikut coba kan sekalian aku dan ade aku bikin perbandingan hasil dari pemakaian skin care ini. Mulai dari facial washnya aku suka banget. Pembersih wajah pertama yang aku coba dari produk Base ini adalah Nine to Ten Nourishing Cleanser. Yang aku suka dari pembersih wajah ini setelah di bilas dia ga bikin efek kering/ketarik, kulit aku malah jadi lembap. Kalau ga teliti baca, aku pikir awalnya ini tuh kayak milk cleanser, ternyata ini facial wash nya.


Nine to Ten Purifying Cleanser
Nine to Ten Purifying Cleanser

Produk selanjutnya yang aku coba adalah toner. Nama tonernya Lightly Dew Toner. Cara pakainya itu dengan menggunakan kapas. Jadi di tap ke kapas dulu baru di usap ke wajah. Dan pas liat isinya aku kaget karena kayak ada tehnya gitu kayak ampas teh. Unik banget. Pastikan untuk selalu kocok toner terlebih dahulu sebelum digunakan. 


Lightly Dew Toner
Lightly Dew Toner

Dan next step yang aku gunakan adalah Ultra Soothe Moisture Cream. Sama sekali ga lengket dan juga butuh waktu untuk menyerap. Jadi ada jeda sebelum aku menggunakan sunscreen. Walaupun di rumah aku tetep pake sunscreennya. 


Ultra Soothe Moisture Cream
Sunscreen pertama dari produk Base yang aku gunakan adalah Ultra Soothe Natural Sunscreen. Ini sunscreen base yang banyak banget di review dan rata-rata emang pada suka sama sunscreen ini. Kalau di aku sendiri ketika sudah di apply berasa moist gitu, teksturnya juga halus dan gampang banget di apply dan di ratain, udah pasti ga white cast dan setelah pakai make up ga bikin kulit aku jadi berminyak. Cuman setelah pakai sunscreen ada jeda untuk nunggu dia nyerap dulu baru pakai make up. 


Ultra Soothe Natural Sunscreen

Produk yang aku tetep repurchase adalah Sunscreen ini. Paling cepet abis soalnya. Padahal dipake barengan sama rangkaian yang lainnya tapi entah kenapa cuman ini yang paling cepet abis. 

Segini dulu review produk dari Base skincare, untuk link pembeliannya udah aku input di nama produknya, tinggal di klik aja. Semoga review ini membantu. ❤



Januari 21, 2020

Pembalut dan Pantyliner Kain

by , in


Belum lama ini pernah lagi sepedahan sore dan kebetulan lewat depan tumpukan sampah ilegal, ada pembalut yang terbuka dengan darah kering yang bisa dibilang menjijikkan. Rasanya aneh untuk merasa jijik, karena itu kan darah kotor yang keluar dari tubuh kita, harusnya biasa aja kan? Tapi yang jadi masalah besar adalah, sampah bekas pembalut itu tidak mudah diuraikan dan hanya akan menumpuk di pembuangan sampah. Kenapa tida mudah terurai? karena terbuat dari bahan plastik dengan kapas sintetis dan juga beberapa bahan kimia di dalamnya seperti pewangi dan pemutih. 

Pembalut dan pantyliner sekali pakai ini sebenarnya sangat membantu baik dari segi waktu dan tenaga. Untuk pembalut, kita tinggal pake dan setelah "penuh" ya tinggal buang, begitu pula dengan pantyliner. Tapi pasti kalian tau, banyak banget dari kita yang gak terlalu nyaman ketika memakai pembalut dan pantyliner sekali pakai itu, kadang gatel banget, ada yang lecet, keputihan (untuk yang rutin pakai pentyliner), dan lainnya. Itu dikarenakan pembalut dan pantyliner sekali pakai tidak terbuat dari bahan katun 100% yang lembut untuk vagina sehingga mengakibatkan gatel, lecet, kadang sampai terjadi infeksi vagina.

Kalian juga pasti udah tau kalau pembalut dan pantyliner itu ada yang di buat dari kapas asli dan juga ada yang sintetis, belum lagi ada beberapa pembalut dan pantyliner yang dicampur dengan bahan kimia seperti pemutih bahkan pewangi. Kedua barang ini juga tidak menyediakan sirkulasi udara karena di bagian bawahnya dilapisi oleh plastik sehingga menghambat sirkulasi udara dan membuat vagina kita lembap dan lembap itu tempat favorit bakteri dan jamur untuk berkembang. Kasian kan vagina kita.. Selain itu, kalo kalian melakukan perhitungan dalam setahun untuk pengeluaran pembelian pembalut dan juga pantyliner itu sangat boros lho.. Belum lagi sulitnya di daur ulang dan hanya berakhir menumpuk di TPA.

Dan juga serius nanya nih, kalian biasa aja gitu kalau buang pembalut bekas darah gitu-gitu aja langsung ke tempat sampah? Apa gak risih kalau ketika petugas yang biasa angkat sampah kita dateng dan nanti di tempat pembuangan suka dibukain lagi kan kresek sampah kita dan pembalut kita tergeletak dengan penuh darah? atau ada pemulung yang bongkar-bongkar sampah kita dan pembalut kita ikut keluar ga sengaja gitu dan tergelatak gitu aja? Karena belum pernah nemu pemulung yang misal berantakin sampah kita dan diberesin lagi, bener-bener gak pernah nemu 😑

Udah waktunya kita sadar dan lebih menyayangi tubuh kita sendiri. Udah waktunya kita lebih sadar akan lingkungan dan juga sadar betapa borosnya membeli kedua produk ini. Untuk hitung-hitungannya sudah ada beberapa artikel yang membahas mengenai hal itu, bisa di search aja di google.

Sekarang itu udah banyak banget pembalut dan pentyliner kain yang dijual di pasaran dan lebih ramah lingkungan, tidak berdampak pada alat reproduksi kita, hemat dan bisa tahan lama tergantung cara kita menjaganya yah. Ini salah satu contoh pembalut dan pentyliner kain yang dijual online. dari brand Yuspin dan ini yang versi supernight dengan panjang 35cm. Bahannya udah pasti terjamin, 100% katun, dan biasanya mereka menjual juga sabun untuk membantu menghilangkan noda yang membandel. Motif-motif pembalut kain itu lucu-lucu banget lho. Gak ngebosenin kayak putih monoton gitu. Aku beli ini dari shopee Yuspin pembalut. Isi 6 dengan harga 157.500, berarti kurang lebih satunya 26.250 rupiah sekali pengeluaran. Dan bulan depan tinggal pakai cuci aja kan, tanpa harus keluarin uang lagi 😘

Memang untuk awalnya kita mengeluarkan uang yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan kita ketika menstruasi dan juga untuk pemakaian pantyliner sehari-hari. Tapi itu bener-bener worth it untuk kita keluarkan, anggap aja itu investasi awal dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Harga satu pembalutnya itu seharga dengan sekali ngopi di cafe lho. Masa untuk beli kopi bisa tapi untuk kesehatan kita jangka panjang masih perhitungan?

Untuk pantylinernya sebenarnya banyak banget motifnya, dan juga warna warni lucu banget. Tapi karena mau foto bagus, jadi cuman segini yang ke foto 😄 Warna-warna dari pembalut dan pentylinernya itu soft banget, dan model pengaitnya itu model kancing. Belinya sama di shopee juga dari Yuspin pantyliner, isi 10 dengan harga Rp 117.500, berarti satunya di harga Rp 11.750. Suka banyak yang bingung kalo lagi keluar dan pembalut udah penuh pasti repot untuk cuci dan lainnya. Kalau aku selalu bawa dompet kecil yang waterproof  dan dibilas sedikit, terus masukin ke dompet kecil. Sampai rumah di rendem lagi beberapa menit dan di kucek. Jadi ga ribet sih. Semua hal yang baik itu pasti butuh effort yang lebih. Jadi tetep konsisten aja dan ulang ritme itu, pasti lama-lama terbiasa kok.

Tapi itu semua kembali lagi ke diri kita.
Mau yang simple tapi efek jangka panjangnya buruk buat kesehatan kita dan udah pasti untuk lingkungan juga ATAU sedikit ribet tapi dampaknya positif ke kita, keuangan kita dan juga ke lingkungan?















Desember 19, 2019

Kenalan dengan Teh Kombucha (Kombucha Tea) Yuk..

by , in

Awal tau minuman kombucha itu dari salah satu warung organik di Bandung. Saat itu cuman ngeliat aja dan belum berani nyicipin, takutnya gak enak. Saat itu aku lagi sering banget ke warung organik itu sama temen. Sampai suatu hari temen aku nyaranin untuk coba minuman ini. Aku setuju-setuju aja karena dibayarin 😄 Soalnya mahal banget, 330ml itu Rp 25.000. Kan lumayan mahal.

Pertama coba rasanya kayak aneh, saat itu kita cobanya kombucha campuran nanas. Aneh tapi seger enak gitu. Dan kebetulan brand ini tuh punya banyak variannya, ada nanas, buah naga, kembang sepatu/hibiscus, black tea, dan lainnya. Saya lebih suka yang rasa nanas. Enak banget ternyata. Saat itu mikir, ini tuh gimana biar bisa minum tiap hari tapi gak tekor gitu. 

Akhirnya cari taulah asal mula kombucha ini gimana. Buat yang belum tau, kombucha itu minuman probiotik yang dibuat dari seduhan daun teh yang difermentasi. Waktu coba-coba itung berapa uang yang harus dikeluarin kalo beli tiap hari, rasanya ga sanggup banget. Oh ya, kenapa aku pengen banget beli tiap hari? Karena minuman ini membantu banget untuk orang-orang yang ga teratur BABnya. Setelah minum ini satu botol tiap hari, ternyata efek ke tubuh tuh bagus banget. Makanya pengen banget bisa minum setiap hari.

Pas riset tentang minuman ini, ternyata nemu yang jual scoby-nya. Scoby itu kayak raginya yang dibutuhin untuk membuat fermentasi teh ini. Dan ternyata bisa dong buat sendiri. Tinggal beli scoby nya, dan coba bikin deh. Pengalaman aku beli scoby ini super menyenangkan. Aku belinya di shopee wikikombucha. Aku gak dibayar atau gimana ya buat review ini. Tapi pelayanannya bagus banget, bahkan after sale nya, pelayanannya tetep bagus, apapun yang kita tanya, mereka cepet banget jawabnya.

Scoby itu bentuknya beda-beda setelah dibuat. Dan kita juga gak tau kalo scoby kita tuh jamurankah, atau rusak, atau entah apa. Nah setiap kali konsul dan kirim foto scoby nya, selalu di respon cepet. Makanya seneng banget dan jadi semangat buatnya. Waktu itu pertama kali beli ukuran yang paling kecil, scoby diameter 9 cm (Scoby/Jamur Kombucha 9cm). Dan dapet bonus pula, dapet 2 buah scoby mini. 
Yang kita dapet pas beli scoby ini :
  1. Larutan starter kombucha
  2. E book Komubcha
  3. Gratis layanan konsultasi SELAMANYA.
Kurang bagus apalagi coba?

                          "Sehat itu memerlukan effort yang luar biasa."

Setelah pesen scoby nya, langsung ke Mutiara Kitchen buat beli peralatannya.
Yang dibutuhin sebelum buat kombucha ini :
  1. Wadah dari kaca, kayak jar gitu, terserah mau diameter berapa, sebenarnya tergantung dari scoby yang kita pesen. Tapi saat itu saking semangatnya, belinya diameter 22 cm wadah kacanya.
  2. Sendok kayu
  3. Tissue serbet
  4. Piring yang permukaannya rata.
  5. Karet gelang

Pertama megang scoby itu rasanya aneh, geli lembek aneh gitu, dan baunya itu tajem banget kayak cuka apel. Dan pertama kali buat tuh repot banget karena kan harus steril, saking sterilnya sampe dikit-dikit cuci tangan dong. Dan pas baca panduan cara buatnya, disuruh aduk 5 menit tanpa berhenti, itu bener-bener diaduk gak berhenti. Pas udah dibuat, tiap hari di liatin terus, prosesnya gimana? jamuran gak? 
Setelah di fermentasi selama 7 hari, terus di panen deh. Pertama panen tuh dapet 2 liter Kombucha. Senengnya bukan main. Ternyata berhasil juga buatnya. Minum kombucha hasil buatan sendiri itu emang menyenangkan, walaupun saat itu rasanya ga seenak yang dijual di warung-warung organik. Tapi ada kepuasan tersendiri. Rasanya kayak minum cuka apel tapi manis dan ga sakit tenggorokan gitu. 
Ternyata setelah pembuatan kombucha kedua dan ketiga bener-bener ga ribet, bahkan bisa sambil main sama anak. Pas baca-baca E booknya, ternyata fermentasinya itu ada fermentasi lanjutan, misalnya pengen kombuchanya rasa nanas, ya di fermentasi lagi diwadah yang berbeda dan masukin buah nanas. dan tunggu lagi beberapa hari. Dan hasilnya memuaskan banget. Bisa minum kapan aja tanpa harus mikirin kantong bolong. Dan dahsyatnya lagi adalah, kalau kita merawatnya dengan benar, scoby ini akan berkembang biak, dan aku sendiri udah punya 2 toples untuk nampung scoby ini dan terus bermunculan lho. Rencananya ke depannya pengen bikin hotel scoby kalau nanti scoby nya beranak pinak banyak dan sehat.




My Instagram