Maret 20, 2024

Aplikasi Penghasil Cuan Untuk Yang Gak Punya KTP

by , in

Buat kalian yang masih dibawah umur alias belum punya KTP dan juga pengen banget punya passive income dibayarnya pake Dollar? Ini artikel yang pas buat kalian.
Apakah mungkin belum punya KTP tapi bisa menghasilkan cuan? Jawabannya sudah pasti bisa dong. 

Sebenarnya ada banyak banget aplikasinya, ada survey ada juga aplikasi baca. Aplikasi survey itu banyak kok, dan juga untuk pencairan dari rewardnya itu ga melulu ke bank, bisa ke Paypal, Tokopedia Gift, ada beberapa juga lewat aplikasi Dana, Gopay dan Ovo.Untuk bikin Paypal sendiri juga mudah banget kok, banyak banget tutorialnya di Youtube, kalian bisa searching dan ikutin step by stepnya ya guys. 

Ini aku list aplikasi survey dan membaca yang membayar ya :

1. Milieu

    Ini aplikasinya simple banget, dan pastinya membayar. Untuk aplikasinya bagus banget sih, untuk mini surveynya banyak, dan survey utamanya juga seminggu bisa beberapa kali dapet. Untuk setiap survey yang berhasil kita selesaikan kita akan mendapatkan Kredit Poin ya Namanya. Untuk reward paling besar itu eVoucher Gopay Rp 100.000 dengan jumlah penukaran poin 20,000 poin ya.

Aplikasi Milieu Survey

    Buat yang mau daftar bisa pakai kode referral dari aku ya. Untuk kalian yang menyelesaikan 7 survey, kalian akan mendapatkan tambahan 500 poin! Ini lumayan banget mengingat mini survey tuh poinnya lumayan kecil.        Saat mendaftar masukan kode referensi LzXiz5L ya.


    2. Streetbees

 Aplikasi ini cukup unik, karena model surveynya seperti chatting. Hal pertama yang kalian lakukan setelah daftar adalah isi semua cerita yang muncul di halaman utama kamu, karena itu akan membuka cerita-cerita berbayar lainnya. Oh ya untuk pemabayaran dari aplikasi ini langsung ke Paypal kalian, jadi setelah submit cerita, kalian akan di review dulu untuk cerita yang telah di submit, setelah itu akan dikirimkan langsung ke Paypal kalian.

Aplikasi Streetbees
Reward langsung ke Paypal

    Dan jangan lupa masukan kode referral 8517V6 ya.



3.    3. Fizzo Novel
Aplikasi Fizzo Novel

    Aplikasi membaca yang membayar ya. Sebenarnya kalua aplikasi ini dibawa santai aja, karena emang untuk per hari ada batasan dari hadiah membaca hariannya, yaitu +1.000 koin. Jadi ini aplikasi yang bener-bener kalua kalian udah gabut dan pengen baca bacaan ringan, bisa banget pakai ini. Untuk withdraw koinnya itu minimal Rp 500,- tetapi hanya bisa sekali aja. Sisanya itu minimal di Rp 10.000,- dan bisa ditarik ke aplikasi Gopay, Dana dan juga Ovo.    Oh ya untuk kalian yang punya bakat menulis novel, boleh banget coba disini guys. Untuk penghasilannya banyak yang bilang sangat lumayan, apalagi kalua novel kalian hits, pasti beda lagi pembayarannya. Jadi gak cuman bekerja sebagai pembaca, kalian bisa juga mencoba menulis novel ya guys.


4.    4. Honeygain

Aplikasi Honeygain

Aplikasi ini satu-satunya yang sambal tidur-tidur aja dia tetap ngumpulin cuannya. Aplikasi ini hanya memakai data internet kamu untuk projek survey. Sistemnya ini crowdsourcing yang berfungsi membagi jaringan internet untuk penyalutan data public seperti iklan, aktifitas website hingga survey.    Keuntungannya adalah mendaftar melalui link referral, kamu akan mendapatkan hadiah sebesar $5.  Untuk penarikannya sendiri itu bisa ke Paypal ya guys.



5. Nusasearch

Contoh Reward


Contoh reward



Surveynya banyak 




Ini aplikasi survey dengan survey terbanyak di dalamnya, dan bagusnya penukaran poinnya itu lumayan cepet. Gak perlu paypal, untuk rewardnya itu dalam bentuk E-wallet (Dana, Gopay, Line) dan juga pulsa ya. Wajib coba karena terbilang mudah banget.

September 02, 2023

Tips Perawatan Bibir dan Lip Care Review

by , in

Perawatan yang menurut aku paling sering luput dari perhatian kita sehari-hari adalah perawatan bibir. Karena aku biasanya cuma apply lip balm aja dan udah deh. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, bibir itu kayak area paling krusial kalo lagi make up, paling sering re-apply juga. Dan kalau salah atau ga cocok pake lipstick, lip cream atau lip tint, terjadilah kekeringan yang sangat mengganggu bahkan bisa sampai berdarah. Jadi pada akhirnya aku membiasakan diri untuk rutin melakukan perawatan bibir per 3 hari sekali atau kalau lagi males banget, bisa seminggu sekali. Ini beberapa tips dari aku agar terhindar dari bibir kering.


1. Scrub Bibir

Menurut aku ini adalah hal wajib yang harus di lakukan seminggu sekali atau kalau aku biasanya per 3 hari sekali. Karena aku punya kebiasaan jilat bibir tanpa sadar, ini bener-bener bikin bibir aku seringkali kering banget. Dan kalau udah kering, pasti tangan tuh ga bisa di kontrol pengen aku angkat-angkatin kulit matinya. Dan selalu berakhir berdarah dan perih banget. Jadi pada akhirnya aku beli Somethinc Coffeeinc Lip Scrub. 

Scrub bibir ini simpel banget karena bentuknya kayak lipstik jadi gampang banget di aplikasikan ke bibir. Worth it banget buat aku yang males nyiapin bahan-bahan scrub dari dapur. Dan sejujurnya, ini berguna banget, kulit mati ke angkat dan lembut banget setelahnya. Inovasinya bagus sih menurut aku, scrub yang bentuknya kayak lipstick dan mudah dibawa kemana aja. Udah pasti gak makan tempat, dan yang aku rasakan tuh scrubnya kasar, tapi ternyata mampu mengangkat kulit mati di bibir. Dan harganya juga terjangkau di Rp 69.000 aja, kebetulan aku belinya ada promo potongan harga, jadi sangat tidak menyesal mencoba lip scrub ini.


2. Lip Balm

 Biasanya setelah menggunakan scrub bibir, dan aku lap dengan air hangat, aku menggunakan lip balm. Untuk lip balm itu bisa lip balm apa aja sebenarnya, selama fungsinya melembapkan. Tapi aku lagi suka pakai dari BLP Butter Balm Cherry. Warnanya aku suka ada efek warna sedikit merah marun dan ada aroma cherry setelahnya, jadi kalau lagi males pake lipstik atau lip cream atau apapun, bisa pake ini aja. Produk ini punya 3 varian, cherry, aren dan espresso.

Aren sendiri adalah warna coklat transparan dengan nuansa oranye muda dengan aroma aren. Dan untuk Espresso warnanya coklat transparan dengan aroma kopi.

Formulanya juga ringan dan nyaman untuk digunakan setiap hari. Untuk kandungannya sendiri, balm ini dilengkapi dengan Jojoba oil, Vitamin E dan juga Sunflower Seed Oil. Ini juga bisa digunakan sebelum aku pakai lip produk lainnya, biar lembap dan bisa lebih tahan lama pakai lipstick atau lip cream lainnya.


3. Lip Serum

Ini 2 produk yang aku pake setelah scrub bibir, lip serum dari Jiera (Jiera Natural Lip Serum) Aku beli karena sempet baca review ini bisa membuat bibir terlihat cerah alami. Akhirnya memutuskan untuk mencoba ukuran 10ml, dan udah sebulan lebih coba produk ini, hasilnya memang benar produk ini mencerahkan bibir secara alami.

Tapi yang kurang dari produk ini adalah, karena aku pakai 3x sehari, itu bener-bener membuat bibir aku lebih cepet kering kalau hanya di apply, dan dipijit-pijit aja. Makanya bener-bener butuh eksfoliasi per 3 hari karena memang sekering itu. Aku suka apply lip balm setelah pijit-pijit pakai oil ini biar gak kering-kering banget.

Untuk kandungannya sendiri, lip serum mengandung olive oil dan macademia oil, sebagai duo pelembap alami yang menjaga kelembapan kulit bibir. Vitamin E yang fungsinya menjaga kesehatan kulit bibir dan saffron oil sebagai antioxidant yang melindungi bibir dari kerusakan akibat radikal bebas.

Dan lip serum kedua aku adalah BNB Barenbliss Ceramoist Glow Lip Serum (3in1 Glossy). Benerfit dari lip serum ini lebih banyak dari yang sebelumnya. Klaim dari brandnya sendiri adalah lasting intense moisture yang berarti melembapkan bibir dalam waktu yang lama. Selain itu, produk ini juga mudah banget menyerap di bibir.  Dia juga bisa sebagai natural tint gloss, dan sebagai multi-function lip care. Ini sih part yang aku suka, dia bisa dijadiin lip base, lip sealer dan lip healer (menghidrasi, mengunci kelembapan dan juga menutrisi bibir). Bener-bener 3in1 banget dalam satu produk tuh. Aku pribadi selalu repurchase ini kalau habis karena emang senyaman itu di bibir. 

Kandungannya juga lebih banyak di produk ini, ada vitamin E, kombinasi dari minyak hazelnut, minyak jojoba, minya macadamia dan juga ceramide yang berfungsi melindungi bibir pecah-pecah dari efek lingkingan yang buruk dan mencegah kekeringan dan iritasi dengan mengunci kelembapan dan melembutkan bibir. 


Ini rangkaian dari produk lip care yang aku pakai, sejauh ini aku puas dengan hasilnya karena bener-bener berhasil membuat bibir aku lebih cerah alami dan keliatan lebih sehat. Jadi menurut aku serangkaian ini worth it untuk dicoba tapi emang harus rajin biar keliatan hasilnya. Semoga tulisan ini membantu temen-temen yang lagi cari lip care ya.





Agustus 30, 2023

Serba-serbi Sunscreen Review

by , in
Entah kenapa sekarang-sekarang tuh kerasa banget ya cuaca tuh lebih ekstrim. Kalau siang panasnya duh bukan main, bener-bener bikin pengen stay di rumah aja. Kalau malem kerasa dingin banget. Oh ya aku sekarang tinggal di Bandung, dan selama tinggal disini baru kerasa cuaca tuh makin hari makin ekstrim. 
Akhirnya dengan cuaca yang wow banget, aku wajib banget bange 't banget pake sunscreen dan reapply lagi, padahal di rumah doang. 
Tapi beneran deh, rasanya kayak kena sinar matahari juga di dalem rumah tuh.
Untuk sekarang produk sunscreen yang aku pake tuh ada beberapa, bahkan aku pake sunscreen untuk bagian tubuh aku yang kena matahari.




Aku suka banget sunscreen ini, dia punya wangi khas kayak buah gitu,  sukanya tuh suka suka suka banget! Untuk SPF nya sendiri di SPF 50+ PA++++. Klaimnya sunscreen ini memberikan proteksi lebih maksimal dari sinar UVA & UVB. Dan juga dilengkapi dengan proteksi terhadap polusi,blue light, infra-red untuk mencegah penuaan dini.

Secara tekstur dia cair banget, jadi pas di pencet ke dua ruas jari, melebernya tuh cepet banget, tapi bagusnya adalah cepet blend di wajah, gak lengket dan udah pasti no white cast! Untuk wajah aku yang tipenya berminyak di area hidung dan dahi, ini bener-bener bagus banget, ga bikin aku jerawatan juga. 








2.  Holyshield! Sunscreen Comfort Corrector Serum SPF 50+ PA++++

Kalo ini sunscreen tapi bisa sebagai color corrector untuk kulit kemerahan. Jadi sunscreen yang multifungsi ya. Kalau dari segi tekstur, sama kayak yang  UV Watery, teksturnya cair tapi wanginya tuh bukan wangi buah kalau yang ini. Dan ketika di pakai, ga lengket di wajah, cepet meresap juga dan kayak ngasih efek satin finish (somewhere between matte and dewy). Aku kurang suka sama yang ini karena emang secara tampilan tuh lebih untuk corrector sih.

Dan karena cair banget teksturnya, jadi beneran suka tumpah-tumpah kalau aku pencet tuh, mending nunggu keluar sendiri biar ga berlebihan keluarnya. Padahal secara ukuran lubangnya pas kok, ukuran lubangnya tuh kecil, cuman saking watery nya, jadi mengalirlah dia sampai jauh kalau ngeluarinnya tuh dengan dipencet tube nya.




Sunscreen ini teksturnya kayak lotion cair gitu jadi mudah menyerap. Untuk klaimnya sendiri berfungsi sebagai pelindung kulit dari paparan sinar UVA, UVB, blue-light, radikal bebas dan polusi. Tidak menyebabkan white cast dan juga tidak lengket. Sunscreen ini cocok untuk kulit tipe kombinasi-berminyak. Ketika aku apply mudah banget menyerap, dan gak white cast setelahnya. Aku tidak mencium aroma khas apapun dari sunscreen ini. Aku suka banget hasilnya, kayak bikin kulit glowing sehat gitu rasanya. Padahal sunscreen ini aku beli karena lagi promo jadi 35ribu aja, tapi ternyata bagus sih aku suka banget. Cocok untuk kulit aku yang berminyak ini, dan senengnya ga bikin beruntusan setelah pakainya.  
Minusnya itu, karena tipe sunscreennya cair, jadi kalo di tuang, ga perlu di pencet kadang beleber banyak banget, jadi kayak harus hati-hati banget pas nuanginnya biar ga beleber dan keluar kebanyakan gitu, rasanya lubang dari produknya ini kebesaran deh, soalnya selalu beleber jadi akhirnya bisa pake juga di tangan sama kaki. 

 


Sunscreen ini agak unik karena ada skin capsulenya. Secara tekstur di creamy, jadi mudah di blend dan memang hasilnya itu kulit wajah kayak glowing gitu, gak ada wangi khas dan juga kalau aku suka pakai ini kalau tidak make up. Kayak untuk sehari-hari aku pasti pakai ini. Secara cover dia bagus, aku ada skin tone yang tidak rata di area pipi, dan menurut aku ini membuat skin tone aku terlihat rata. Dia juga tidak menimbulkan white cast, vegan dan ga ada alkoholnya. Jadi cocok untuk yang punya kulit sensitif. 
Minusnya terkadang dia terasa berat di wajah aku, kayak over berminyak gitu, aku ga paham kapan dia terasa berat dan juga kadang biasa aja, jadi kayak masih love hate sama sunscreen satu ini. Untuk aku yang suka olahraga jalan kaki, dia sukses tidak membuat kulit wajah aku gosong. 





Relief Sun : Rice + Probiotics

Sunscreen ini lumayan banyak penggemarnya ya, karena finishnya yang glowing kayak kulit sehat, dan juga dia gak white cast. Buat aku pribadi, sunscreen ini nyaman di wajah aku, untuk kulit aku yang kombinasi, aku memang harus nunggu agak lama buat sunscreen ini menyerap sebelum aku keluar rumah, kalau langsung pakai masker berminyak banget di area hidung aku. 
Hasil akhirnya emang sebagus itu, aku suka ngeliat wajah aku yang terlihat kayak punya kulit glowing sehat ala-ala cewe Korea. Untuk yang ini belum nemu minusnya, tapi aku rasa aku akan coba sunscreen lain dulu sebelum repurchase sunscreen ini.
Sunscreen ini juga aku pakai setiap hari, peruntukannya lebih untuk pemakaian sehari-hari di rumah. Dan overall ga ada efek apapun kayak jerawatan atau bruntusan di kulit kombinasi aku ini.







Ini aja review sunscreen yang sedang aku pakai sekarang, next aku rasa aku akan nulis tentang perawatan bibir yang murah meriah tapi efektif buat bikin bibir lembap dan juga sehat. Xoxo









Oktober 14, 2022

Lacoco Skincare Review

by , in

Selain mencoba produk-produk skincare yang vegan, aku juga suka banget nyoba hal-hal lain dari produk skincare. Ini produk yang menurut aku worth it to buy banget, padahal awalnya coba-coba, tapi ternyata cocok. Aku akan review beberapa produk Lacoco yang cocok dan suka banget aku pakai. 

  1. Lacoco Hydrating Divine Essence
Untuk produk Lacoco Hydrating Divine Essence sendiri, klaimnya adalah mencerahkan , melembapkan dan sekaligus melawan tanda penuaan. Teksturnya sangat ringan dan tidak membuat kulit berminyak. Isinya 50ml yah. Untuk jenis kulit aku yang kombinasi dan area T zone yang berminyak, ini bener-bener ga membuat kulit aku berminyak. Mencerahkannya dapet banget. Apalagi di tambah ketika hamil ga perawatan sama sekali cuman pake facial wash dan pelembap udah gitu aja. Kebayang kusam dan tidak terawatnya kayak gimana kan. Setelah pakai ini bagus banget hasilnya. Sangat terlihat kulit aku semakin terawat dan gak kusam lagi. Mahal sih emang tapi buat aku ini bagus banget. 
Kekurangannya buat aku cuman wadahnya aja. Kayak kepo aja kalo ga liat isiannya udah seberapa lagi. 
 
Hydrating Divine Essence 50ml

2.  Lacoco 5% Bakuchiol Essence
Produk 5% Bakuchiol Essence  dari Lacoco klaimnya mengurangi garis halus, keriput, hiperpegmentasi dan meningkatkan elastisitas dan kekencangan kulit tanpa menimbulkan iritasi pada wajah. Dari research mereka bahwa bakuchiol memiliki kemampuan yang sama dengan retinol untuk mencegah dan memperbaiki tanda penuaan, dengan resiko iritasi yang lebih rendah. Dan setelah pemakaian satu minggu di kulit wajah aku, aku merasakan manfaat dari mengurasi garis halus di jidat aku. Karena sering marah-marah kali ya, jadi aku bisa merasakan keriput di jidat aku itu lebih bergaris, tapi dengan pemakaian dari produk ini aku melihat bahwa garis halus aku lebih samar rasanya. Selain itu juga mungkin efek pijat pake guasha juga. Cuman overall aku suka juga sama produk ini. Selama dia gak menimbulkan jerawat, bikin kulit lebih berminyak aku pasti suka. Essence nya suka aku ganti-ganti sama hydrating devine essence. 

Lacoco 5% Bakuchiol Essence 30ml

3. Lacoco Watermelon Glow Mask
Produk Watermelon Glow Mask ini tuh sleeping mask / masker yang digunakan semalaman ketika kita tidur. Klaimnya adalah melembapkan wajah karena ada kandungan semangkanya dan juga punya antioksidan untuk melindungi wajah dari efek penuaan seperti garis halus dan keriput di wajah. Kandungan utamanya tuh semangka dan pisang yah. Kalau efek dari pisangnya itu mencerahkan kulit. Ini produk favorit aku banget. Kalau pakai ini, pagi harinya tuh kulit gak berminyak dan kenyal, kalau efek cerahnya lacoco juara sih menurut aku. Teksturnya ringan, cepet banget nge blend di kulit juga. Baunya juga enak, ga nyesel nyobanya.
Inget mama aku yang selalu bilang kalau habis makan pisang tuh kulit pisangnya yang bagian dalam di jadiin masker aja, di gosok-gosok ke wajah, dan mama aku rajin banget maskeran kulit pisang ini dan emang hasilnya bagus. Cuman karena aku malas gitu greasy dari pisangnya jadi jarang banget ikutin step mama aku. Ketika di kemas jadi skincare gini dan baunya enak banget aku rajin banget pake, bahkan wajib banget pake. Repurchase banget kalau yang ini sih..
Watermelon Glow Mask

Tekstur dari Glow Mask

Ini review dari produk Lacoco yang aku pakai. Hal yang aku suka dari Lacoco ini juga karena dia adalah produk lokal. Rasanya kayak pakai produk luar. Aku bangga banget bisa pakai produk lokal sebagus ini. Semoga Lacoco terus berkembang dengan skincarenya.. 


Oktober 14, 2022

Serum Vegan dari Base Skincare

by , in

Setelah coba beberapa produk dari Base, sekarang aku mau coba varian serumnya terbarunya.


 


Bentukannya lucu kotak gitu dan sangat colorfull. Base sendiri saat ini ngeluarin 4 varian serum baru :

  1. Relief Hydration & Barrier Calming Serum
            "Ease mild irritation, soothing hydration"
            Sepemahaman aku tuh Relief Hydration & Barrier Calming Serum ini lebih untuk meredakan kulit yang kemerahan dan juga memperbaiki dan memperkuat skin berrier. Kemasannya unik bentuknya kotak gitu tapi kalo mau di pump di puter dulu modelnya tapi bentukannya kotak, gimana sih jelasinnya hahaha. Untuk wadahnya juga warnanya pink lembut gitu. Untuk kandungannya ada Omega Ceramide, Ashwagandha dan prickly pear. Warna dari serum ini kayak oren gitu. Ketika di apply ke kulit itu, warnanya agak oren tapi nanti gak lama nge blend juga kok.



    2. Rich Moisture & Youthful Firming Serum
        "Reduce fine lines, Tighten sagging skin, soften crow's feet"
       Rich Moisture & Youthful Firming Serum ini lagi sering banget aku pake karena klaimnya untuk mencegah penuaan dini dan mengatasi garis halus. Untuk kemasannya warnanya sangat cerah, kuning. Kandungannya sendiri ada Astaxanthin, Oats ferment extract dan quinoa. Oh ya semua serum dari base ini ada kandungan untuk melindungi kulit dari radikal bebas ya.  




     3. Deep Serum Control & Pore Clarifying Serum
        "Prevent acne, control oil production, minimize pores"
        Deep Serum Control & Pore Clarifying Serum ini klaimnya bisa mengatasi jerawat beserta penyebabnya, dan juga menyamarkan pori-pori kita yang gede untuk kulit yang tipe pori-pori besar ya. Untuk serum ini sendiri juga ada kandungan menghidrasi kulit dan mencegah pori-pori tersumbat. Kemasannya sendiri warnanya ungu terang dan ukurannya 30ml. Ini aku pake kalo lagi ada jerawat aja. Walaupun lagi rajin perawatan suka ada aja produk yang gak cocok jadi nimbulin jerawat, dan pasti aku pake serum ini. 




       4. Daily Radiance & Multi- Protection Serum
           "Brighten dull skin, boost natural glow, protect from free-radicals"
           Serum Daily Radiance & Multi- Protection Serum ini bisa mencerahkan kulit yang kusam, mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas. Untuk ukurannya dia 30ml dan masa penyimpanannya 6 bulan. Kandungannya sendiri ada camu-camu, pollustop dan ectoin. Ini serum yang gak bisa aku review karena aku gak beli. Soalnya untuk kondisi kulit aku sendiri gak ada masalah dengan dull skin, makanya aku cuman beli 3 produk di atas. Semoga ke depannya bisa aku review jika kondisi kulit aku butuh ya.

Sumber foto : https://shope.ee/7eyyWBcmyv


Semoga review di atas membantu ya...

Oktober 13, 2022

Skin Care Vegan Base

by , in

Setelah melewati fase kehamilan dan melahirkan yang rasanya sangat panjang, aku mulai aktif menggunakan skin care lagi. Untuk yang udah ngalamin, fase kehamilan di beberapa orang tuh jadi males banget perawatan wajah. Cuma cuci muka pakai facial wash dan setelah itu pakai pelembap. Dan sekarang setelah melahirkan jadi semangat lagi untuk cari-cari skin care baru yang lebih vegan, dan aku nemu dong namanya Base skin care. Pertama kenal itu dari adik aku, Nadia. Dia di kirimin sepaket skin care dari brand Base ini. Dan ketika aku cium wangi dari skin care ini aku kaget banget baunya setipe sama produk Green Mommy. 


Akhirnya aku ikut-ikut coba kan sekalian aku dan ade aku bikin perbandingan hasil dari pemakaian skin care ini. Mulai dari facial washnya aku suka banget. Pembersih wajah pertama yang aku coba dari produk Base ini adalah Nine to Ten Nourishing Cleanser. Yang aku suka dari pembersih wajah ini setelah di bilas dia ga bikin efek kering/ketarik, kulit aku malah jadi lembap. Kalau ga teliti baca, aku pikir awalnya ini tuh kayak milk cleanser, ternyata ini facial wash nya.


Nine to Ten Purifying Cleanser
Nine to Ten Purifying Cleanser

Produk selanjutnya yang aku coba adalah toner. Nama tonernya Lightly Dew Toner. Cara pakainya itu dengan menggunakan kapas. Jadi di tap ke kapas dulu baru di usap ke wajah. Dan pas liat isinya aku kaget karena kayak ada tehnya gitu kayak ampas teh. Unik banget. Pastikan untuk selalu kocok toner terlebih dahulu sebelum digunakan. 


Lightly Dew Toner
Lightly Dew Toner

Dan next step yang aku gunakan adalah Ultra Soothe Moisture Cream. Sama sekali ga lengket dan juga butuh waktu untuk menyerap. Jadi ada jeda sebelum aku menggunakan sunscreen. Walaupun di rumah aku tetep pake sunscreennya. 


Ultra Soothe Moisture Cream
Sunscreen pertama dari produk Base yang aku gunakan adalah Ultra Soothe Natural Sunscreen. Ini sunscreen base yang banyak banget di review dan rata-rata emang pada suka sama sunscreen ini. Kalau di aku sendiri ketika sudah di apply berasa moist gitu, teksturnya juga halus dan gampang banget di apply dan di ratain, udah pasti ga white cast dan setelah pakai make up ga bikin kulit aku jadi berminyak. Cuman setelah pakai sunscreen ada jeda untuk nunggu dia nyerap dulu baru pakai make up. 


Ultra Soothe Natural Sunscreen

Produk yang aku tetep repurchase adalah Sunscreen ini. Paling cepet abis soalnya. Padahal dipake barengan sama rangkaian yang lainnya tapi entah kenapa cuman ini yang paling cepet abis. 

Segini dulu review produk dari Base skincare, untuk link pembeliannya udah aku input di nama produknya, tinggal di klik aja. Semoga review ini membantu. ❤



Januari 21, 2020

Pembalut dan Pantyliner Kain

by , in


Belum lama ini pernah lagi sepedahan sore dan kebetulan lewat depan tumpukan sampah ilegal, ada pembalut yang terbuka dengan darah kering yang bisa dibilang menjijikkan. Rasanya aneh untuk merasa jijik, karena itu kan darah kotor yang keluar dari tubuh kita, harusnya biasa aja kan? Tapi yang jadi masalah besar adalah, sampah bekas pembalut itu tidak mudah diuraikan dan hanya akan menumpuk di pembuangan sampah. Kenapa tida mudah terurai? karena terbuat dari bahan plastik dengan kapas sintetis dan juga beberapa bahan kimia di dalamnya seperti pewangi dan pemutih. 

Pembalut dan pantyliner sekali pakai ini sebenarnya sangat membantu baik dari segi waktu dan tenaga. Untuk pembalut, kita tinggal pake dan setelah "penuh" ya tinggal buang, begitu pula dengan pantyliner. Tapi pasti kalian tau, banyak banget dari kita yang gak terlalu nyaman ketika memakai pembalut dan pantyliner sekali pakai itu, kadang gatel banget, ada yang lecet, keputihan (untuk yang rutin pakai pentyliner), dan lainnya. Itu dikarenakan pembalut dan pantyliner sekali pakai tidak terbuat dari bahan katun 100% yang lembut untuk vagina sehingga mengakibatkan gatel, lecet, kadang sampai terjadi infeksi vagina.

Kalian juga pasti udah tau kalau pembalut dan pantyliner itu ada yang di buat dari kapas asli dan juga ada yang sintetis, belum lagi ada beberapa pembalut dan pantyliner yang dicampur dengan bahan kimia seperti pemutih bahkan pewangi. Kedua barang ini juga tidak menyediakan sirkulasi udara karena di bagian bawahnya dilapisi oleh plastik sehingga menghambat sirkulasi udara dan membuat vagina kita lembap dan lembap itu tempat favorit bakteri dan jamur untuk berkembang. Kasian kan vagina kita.. Selain itu, kalo kalian melakukan perhitungan dalam setahun untuk pengeluaran pembelian pembalut dan juga pantyliner itu sangat boros lho.. Belum lagi sulitnya di daur ulang dan hanya berakhir menumpuk di TPA.

Dan juga serius nanya nih, kalian biasa aja gitu kalau buang pembalut bekas darah gitu-gitu aja langsung ke tempat sampah? Apa gak risih kalau ketika petugas yang biasa angkat sampah kita dateng dan nanti di tempat pembuangan suka dibukain lagi kan kresek sampah kita dan pembalut kita tergeletak dengan penuh darah? atau ada pemulung yang bongkar-bongkar sampah kita dan pembalut kita ikut keluar ga sengaja gitu dan tergelatak gitu aja? Karena belum pernah nemu pemulung yang misal berantakin sampah kita dan diberesin lagi, bener-bener gak pernah nemu 😑

Udah waktunya kita sadar dan lebih menyayangi tubuh kita sendiri. Udah waktunya kita lebih sadar akan lingkungan dan juga sadar betapa borosnya membeli kedua produk ini. Untuk hitung-hitungannya sudah ada beberapa artikel yang membahas mengenai hal itu, bisa di search aja di google.

Sekarang itu udah banyak banget pembalut dan pentyliner kain yang dijual di pasaran dan lebih ramah lingkungan, tidak berdampak pada alat reproduksi kita, hemat dan bisa tahan lama tergantung cara kita menjaganya yah. Ini salah satu contoh pembalut dan pentyliner kain yang dijual online. dari brand Yuspin dan ini yang versi supernight dengan panjang 35cm. Bahannya udah pasti terjamin, 100% katun, dan biasanya mereka menjual juga sabun untuk membantu menghilangkan noda yang membandel. Motif-motif pembalut kain itu lucu-lucu banget lho. Gak ngebosenin kayak putih monoton gitu. Aku beli ini dari shopee Yuspin pembalut. Isi 6 dengan harga 157.500, berarti kurang lebih satunya 26.250 rupiah sekali pengeluaran. Dan bulan depan tinggal pakai cuci aja kan, tanpa harus keluarin uang lagi 😘

Memang untuk awalnya kita mengeluarkan uang yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan kita ketika menstruasi dan juga untuk pemakaian pantyliner sehari-hari. Tapi itu bener-bener worth it untuk kita keluarkan, anggap aja itu investasi awal dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Harga satu pembalutnya itu seharga dengan sekali ngopi di cafe lho. Masa untuk beli kopi bisa tapi untuk kesehatan kita jangka panjang masih perhitungan?

Untuk pantylinernya sebenarnya banyak banget motifnya, dan juga warna warni lucu banget. Tapi karena mau foto bagus, jadi cuman segini yang ke foto 😄 Warna-warna dari pembalut dan pentylinernya itu soft banget, dan model pengaitnya itu model kancing. Belinya sama di shopee juga dari Yuspin pantyliner, isi 10 dengan harga Rp 117.500, berarti satunya di harga Rp 11.750. Suka banyak yang bingung kalo lagi keluar dan pembalut udah penuh pasti repot untuk cuci dan lainnya. Kalau aku selalu bawa dompet kecil yang waterproof  dan dibilas sedikit, terus masukin ke dompet kecil. Sampai rumah di rendem lagi beberapa menit dan di kucek. Jadi ga ribet sih. Semua hal yang baik itu pasti butuh effort yang lebih. Jadi tetep konsisten aja dan ulang ritme itu, pasti lama-lama terbiasa kok.

Tapi itu semua kembali lagi ke diri kita.
Mau yang simple tapi efek jangka panjangnya buruk buat kesehatan kita dan udah pasti untuk lingkungan juga ATAU sedikit ribet tapi dampaknya positif ke kita, keuangan kita dan juga ke lingkungan?















Desember 22, 2019

Minyak Serai Anti Nyamuk

by , in

Sekarang udah mulai masuk musim penghujan. Udah pasti nyamuk bener-bener ada dimana-mana. Dipakein minyak telon tuh cuman sebentar doang efeknya, gak lama udah diserang nyamuk-nyamuk lagi. Ditambah kita gak tau kan diantara sekian banyak nyamuk itu ada nyamuk malaria, demam berdarah atau nyamuk bahaya yang lain. Setelah cari info sana sini dan pakai minyak apa yang ampuh buat mengusir nyamuk-nyamuk nakal ini, ahirnya bertemulah dengan minyak serai. 

Awal beli dari tokopedia (udah aku sertakan tokonya juga ya).  Minyak ini bahan dasarnya serai, dan serai itu emang sangat tida disukai nyamuk. Akhirnya memutuskan beli 2, satu untuk anak dan satu untuk dewasa. Setau aku, bahan untuk yang digunakan anak dan dewasa itu beda sedikit. Karena kulit anak cenderung sensitif, jadi ada satu atau dua bahan yang tidak ada dalam minyak serai anak dan hanya ada di minyak serai dewasa.

Karena awalnya mau coba-coba dulu untuk anak, jadi beli yang kecil dulu, takutnya gak ngaruh. Dan pas sampai ternyata mini banget, kayak untuk travel size gitu. Akhirnya langsung dicoba malemnya dan ternyata ya ampun, AMPUH BANGET. Anak aku bisa tidur nyenyak tanpa kelambu anti nyamuknya. Dan bangun-bangun bener-bener ga ada merah-merah bekas gigitan nyamuk di kaki dan tangannya. Dan ini aku sertakan fotonya untuk yang size paling kecilnya, itu udah abis ya. Dan akan beli yang gede sekalian biar awet dan ga boros kalau harus beli tiap bulan. 

Cara Pakai :
Oleskan pada tangan dan kaki setelah mandi pagi dan sore atau sebelum tidur secukupnya atau ketika ditempat rawan nyamuk. Tahan sampai 3 jam. Hindari pemakaian ketika berkeringat.

Komposisi: Minyak Sereh Organik, Minyak Kelapa Organik, Minyak Almond.
Jauhkan dari sinar matahari, simpan di tempat teduh.


 

Kalau untuk ibunya, aku beli yang ukuran 60ml. Dan aku beli udah 2 bulan, entah kenapa awet banget. Semprot dikit aja ke tangan dan kaki, gosok-gosok dikit, ga ada lagi nyamuk disekitar aku. Dirumah tuh cuman aku dan anak aku aja yang selalu dan pasti digigit nyamuk. Suami entah kenapa ga pernah digigit nyamuk. Sampe heran apa karena beda golongan darahnya yah sampe dia bener-bener ga di deketin nyamuk. Soalnya aku sama anakku golongan darahnya sama. Tapi ini bener-bener penyelamat banget! Minyak untuk menjauhkan nyamuk banget. Jadi ga usah dibunuh-bunuh nyamuknya dan dia pergi sendiri. 💚

Cara Pakai :
Oleskan pada tangan dan kaki atau bagian tubuh lain secukupnya sebelum berada di tempat bernyamuk. Tahan sampai 3 jam.

Komposisi: Minyak Sereh Organik, Minyak Kelapa Organik, Minyak Peppermint.


Jatuh cinta sama produk ini tuh pertama karena bahannya alami. Mau dipakai berulang kalipun gak ada perasaan bersalah sama tubuh ini. Dan untuk wadah, karena aku udah punya dua wadah ukuran kecil dan besar, aku tinggal beli yg ukuran jumbonya, dan di refill ke botol-botol kosong ini. Jadi ga buang-buang wadah juga kan. Biasanya wadah plastik dengan model yang kayak gini kan suka rusak semprotannya, tapi alhamdulillah yang aku pakai belum rusak sama sekali. Semoga tulisan ini membantu untuk yang pengen gak diganggu lagi sama nyamuk.

Desember 19, 2019

Kenalan dengan Teh Kombucha (Kombucha Tea) Yuk..

by , in

Awal tau minuman kombucha itu dari salah satu warung organik di Bandung. Saat itu cuman ngeliat aja dan belum berani nyicipin, takutnya gak enak. Saat itu aku lagi sering banget ke warung organik itu sama temen. Sampai suatu hari temen aku nyaranin untuk coba minuman ini. Aku setuju-setuju aja karena dibayarin 😄 Soalnya mahal banget, 330ml itu Rp 25.000. Kan lumayan mahal.

Pertama coba rasanya kayak aneh, saat itu kita cobanya kombucha campuran nanas. Aneh tapi seger enak gitu. Dan kebetulan brand ini tuh punya banyak variannya, ada nanas, buah naga, kembang sepatu/hibiscus, black tea, dan lainnya. Saya lebih suka yang rasa nanas. Enak banget ternyata. Saat itu mikir, ini tuh gimana biar bisa minum tiap hari tapi gak tekor gitu. 

Akhirnya cari taulah asal mula kombucha ini gimana. Buat yang belum tau, kombucha itu minuman probiotik yang dibuat dari seduhan daun teh yang difermentasi. Waktu coba-coba itung berapa uang yang harus dikeluarin kalo beli tiap hari, rasanya ga sanggup banget. Oh ya, kenapa aku pengen banget beli tiap hari? Karena minuman ini membantu banget untuk orang-orang yang ga teratur BABnya. Setelah minum ini satu botol tiap hari, ternyata efek ke tubuh tuh bagus banget. Makanya pengen banget bisa minum setiap hari.

Pas riset tentang minuman ini, ternyata nemu yang jual scoby-nya. Scoby itu kayak raginya yang dibutuhin untuk membuat fermentasi teh ini. Dan ternyata bisa dong buat sendiri. Tinggal beli scoby nya, dan coba bikin deh. Pengalaman aku beli scoby ini super menyenangkan. Aku belinya di shopee wikikombucha. Aku gak dibayar atau gimana ya buat review ini. Tapi pelayanannya bagus banget, bahkan after sale nya, pelayanannya tetep bagus, apapun yang kita tanya, mereka cepet banget jawabnya.

Scoby itu bentuknya beda-beda setelah dibuat. Dan kita juga gak tau kalo scoby kita tuh jamurankah, atau rusak, atau entah apa. Nah setiap kali konsul dan kirim foto scoby nya, selalu di respon cepet. Makanya seneng banget dan jadi semangat buatnya. Waktu itu pertama kali beli ukuran yang paling kecil, scoby diameter 9 cm (Scoby/Jamur Kombucha 9cm). Dan dapet bonus pula, dapet 2 buah scoby mini. 
Yang kita dapet pas beli scoby ini :
  1. Larutan starter kombucha
  2. E book Komubcha
  3. Gratis layanan konsultasi SELAMANYA.
Kurang bagus apalagi coba?

                          "Sehat itu memerlukan effort yang luar biasa."

Setelah pesen scoby nya, langsung ke Mutiara Kitchen buat beli peralatannya.
Yang dibutuhin sebelum buat kombucha ini :
  1. Wadah dari kaca, kayak jar gitu, terserah mau diameter berapa, sebenarnya tergantung dari scoby yang kita pesen. Tapi saat itu saking semangatnya, belinya diameter 22 cm wadah kacanya.
  2. Sendok kayu
  3. Tissue serbet
  4. Piring yang permukaannya rata.
  5. Karet gelang

Pertama megang scoby itu rasanya aneh, geli lembek aneh gitu, dan baunya itu tajem banget kayak cuka apel. Dan pertama kali buat tuh repot banget karena kan harus steril, saking sterilnya sampe dikit-dikit cuci tangan dong. Dan pas baca panduan cara buatnya, disuruh aduk 5 menit tanpa berhenti, itu bener-bener diaduk gak berhenti. Pas udah dibuat, tiap hari di liatin terus, prosesnya gimana? jamuran gak? 
Setelah di fermentasi selama 7 hari, terus di panen deh. Pertama panen tuh dapet 2 liter Kombucha. Senengnya bukan main. Ternyata berhasil juga buatnya. Minum kombucha hasil buatan sendiri itu emang menyenangkan, walaupun saat itu rasanya ga seenak yang dijual di warung-warung organik. Tapi ada kepuasan tersendiri. Rasanya kayak minum cuka apel tapi manis dan ga sakit tenggorokan gitu. 
Ternyata setelah pembuatan kombucha kedua dan ketiga bener-bener ga ribet, bahkan bisa sambil main sama anak. Pas baca-baca E booknya, ternyata fermentasinya itu ada fermentasi lanjutan, misalnya pengen kombuchanya rasa nanas, ya di fermentasi lagi diwadah yang berbeda dan masukin buah nanas. dan tunggu lagi beberapa hari. Dan hasilnya memuaskan banget. Bisa minum kapan aja tanpa harus mikirin kantong bolong. Dan dahsyatnya lagi adalah, kalau kita merawatnya dengan benar, scoby ini akan berkembang biak, dan aku sendiri udah punya 2 toples untuk nampung scoby ini dan terus bermunculan lho. Rencananya ke depannya pengen bikin hotel scoby kalau nanti scoby nya beranak pinak banyak dan sehat.




My Instagram